4 Menteri Kabinet Indoneia Maju Ini Buruk Kinerjanya

Mencuatnya isu reshuffle setelah 100 hari pemerintahan baru Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Reshuffle tersebut disebutkan akan menimpa para pembantu presiden atau menteri yang baru dilantik Presiden Jokowi. Berhembusnya isu reshuffle tersebut saat Jokowi bertemu dengan sejumlah pegiat media sosial di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (18/2/2020). 

Dalam pertemuan tersebut hadirnya Dede Budhyarto seorang pegiat media sosial sekaligus pendukung Jokowi. Dede adalah orang yang menulis kabar bahwa akan adanya reshuffle Kabinet Indonesia Maju dalam waktu dekat, dalam akun Twitter pribadinya @kangdede78. 

Tetapi tidak lama kemudian, pihak istana membatah isu tersebut. Jokowi dalam pertemuan tersebut menyinggung kinerja menteri yang dinilai kurang cepat serta kurang mampu beradaptasi. Berikut dibawah ini 4 menteri kabinet Indoneia maju yang buruk kinerjanya diantaranya yaitu : 

  1. Yasonna Laoly (Menteri Hukum dan HAM)

Menteri pertama yang layak diganti ditempati oleh Yasonna. Satu kasus yang membuat Yasonna menjadi sorotan adalah karena tersandung kasus suap komisioner KPU yaitu Wahyu Setiawan yang melibatkan Harun Masiku seorang caleg dari PDI Perjuangan. 

  1. Fachrul Razi (Menteri Agama)

Fachrul Razi juga dinilai responden sebagai salah satu menteri yang harus diganti. Rencana awal Facrul dalam menjabat sebagai Menteri Agama adalah larangan penggunaan niqab atau cadar untuk masuk ke instansi milik pemerintah. Selain itu juga dirinya mempermasalahkan ASN yang menggunakan celana cingkrang.

  1. Johnny G Plate (Menteri Komunikasi Dan Informatika)

Responden juga menilai harus digantinya Menkominfo, Johnny G Plate. Beberapa kalangan meragukan kemampuan Johnny karena berasal dari kalangan partai, dimana dirinya tidak memiliki pengalaman Industri telekomunikasi atau yang berhubungan dengan Kominfo. 

  1. Edhy Prabowo (Menteri Kelautan Dan Perikanan)

Kinerja menteri Edhy Prabowo ini sejak awal mejabat selalu dibandingkan dengan Susi Pudjiastuti. Bahkan mereka berdua pernah berbeda pendapat tentang ekspor benih lobster. Di masa Susi sangat dilarang kerasnya ekspor benih lobster, tetapi Edhy seolah olah membuka keran ekspor bibit lobster. 

Selain itu masih ada menteri kabinet Indoneia maju lain yang buruk kinerjanya yaitu Nadiem Makarim (Menteri Pendidikan).