Perhitungan Zakat Fitrah dan Jenis Zakat Lainnya yang Harus Kalian Ketahui

main image

Terdapat berbagai jenis zakat yang menjadi kewajiban setiap Muslim yang mampu secara materi. Ya, terang saja demikian, sebab zakat merupakan salah satu amalan yang wajib dilakukan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat.

Istilah zakat itu sendiri berasal dari bentuk kata “Zaka“ yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Dari sekian banyaknya jenis zakat yang ada, tentu saja kita sudah tidak asing lagi dengan jenis zakat fitrah. 

Mengenai bayar zakat fitrah, biasanya akan di lakukan setiap bulan Ramadhan sebelum Idulfitri tiba. Adapun perihal waktu untuk mengeluarkan zakat yang terbagi kedalam 5 waktu seperti berikut :

  • Waktu Jawaz

Waktu yang diperbolehkan bagi seorang Muslim untuk mengeluarkan zakat fitrah, yakni Jawaz (sejak dimulainya bulan Ramadhan).

  • Waktu Wajib

Waktu mengeluarkan zakat fitrah bagi siapa saja yang belum menunaikannya. Waktu yang dimaksud adalah, ketika matahari telah terbenam pada hari terakhir bulan Ramadhan. 

  • Waktu yang Utama (waktu Afdhal)

Waktu mengeluarkan zakat fitrah sebelum pelaksanaan shalat Ied. 

  • Waktu Makruh

Mengeluarkan zakat di waktu setelah dilaksanakannya shalat Ied. 

  • Waktu Haram

Mengeluarkan zakat sehari setelah berlangsungnya Hari Raya Idul Fitri. 

1. Perhitungan Zakat Fitrah

Hukum zakat fitrah menjadi wajib bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Pada hakikatnya, orang yang wajib mengeluarkan zakat fitrah itu adalah mereka yang mampu dalam mencukup kebutuhan hidupnya. 

Maksud dari kata mampu disini, yakni memiliki bahan makanan lebih dari satu sha‘ untuk kebutuhan dirinya dan keluarganya, selama sehari semalam ketika hari raya Idul Fitri. Seorang Muslim yang berkecukupan menafkahi keluarganya, serta memiliki harta berlebih harus menunaikan zakat fitrah.

Dikutip dari Badan Amil Zakat Nasional, yang menyebutkan bahwa zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per orang. Kualitas berasnya harus layak. Selain beras, kita juga bisa mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang senilai dengan harga 2,5 kg / 3,5 liter beras tadi. 

2. Perhitungan Zakat Mal

Cara perhitungan zakat mal adalah 1,5% x jumlah harta kepemilikan yang telah mencapai haul (1 tahun). Contohnya, kamu selama 1 tahun mempunyai harta (emas/ perak / uang) senilai Rp 100.000.00. Apabila harga emas dipasaran saat ini Rp 622.000/gram, maka nisab zakatnya senilai Rp 52.870.000.

3. Jenis-jenis Zakat Mal

Zakat Emas, Perak, dan Barang Berharga Lainnya

Untuk kamu yang memiliki logam mulai bernilai tinggi serta telah memenuhi nisab dan haul, maka kamu wajib membayar zakat mal. Jika bentuknya adalah emas, maka zakat yang harus dikeluarkan seberat 85 gram. 

  • Zakat Uang dan Surat Berharga Lainnya

Zakat ini adalah zakat bentuk uang, harta yang disertakan dengan uang, dan juga surat berharga lainnya yang telah mencapai nisab dan haul.

  • Zakat Perniagaan

Zakat ini ditujukan bagi mereka yang memiliki usaha perniagaan dan telah memenuhi nisab serta haul. 

  • Zakat Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan

Zakat ini bisa dibayar dalam bentuk hasil pertanian, perkebunan, maupun hasil hutan yang memiliki nilai ekonomis. 

  • Zakat Perternakan dan Perikanan

Untuk perternakan, maka nisabnya adalah 5 ekor unta, untuk sapi 30 ekor, dan domba 30 ekor. 

  • Zakat Pertamabangan (zakat dari hasil pertambangan yang dikelola oleh negara)
  • Zakat Perindustrian (zakat dari pemiliki usaha yang bergerak dalam bidang produksi dan jasa)
  • Zakat Penghasilan (zakat yang didapat dari hasil profesi)
  • Zakat Rikaz (zakat yang didapat dari temuan harta, dengan kadar zakat 20%).